Ini Permasalahan Klasik yang Masih Membelit Penyelenggaraan Haji
23 Oktober 2012Jakarta Tim Pengawas Haji (Timwas) DPR menemukan permasalahan lapangan penyelenggaraan haji yang harus ditangani serius oleh Kementerian Agama (Kemenag) selaku penyelenggara ibadah haji. Permasalahan tersebut merupakan hal yang klasik dan selalu terulang setiap tahunnya.
Sejumlah permasalahan yang terpantau oleh Timwas DPR antara lain pemondokan, transportasi, konsumsi dan kesehatan.
"Dari hasil pengawasan tahap I, kami temukan permasalahan yang merata hampir di semua jenis pelayanan. Dan sayangnya hal ini juga sudah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Sehingga menimbulkan kesan Kemenag tidak melakukan langkah-langkah antisipasi maksimal," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR Jazuli Juwaini yang memimpin rombongan Timwas Haji DPR di Makkah, dalam siaran pers, Selasa (23/10/2012).
Dari sisi pemondokan, terang Jazuli, masih ada sebagian kecil pemondokan di Madinah yang terletak di luar Markaziyah (6 lokasi). Ada sejumlah kamar yang bercampur antara jamaah laki-laki dan perempuan.
Sementara di Makkah, kualitas pemondokan yang ditinjau Timwas kondisinya kurang layak dari aspek fasilitas, kapasitas, kebersihan, dan kesehatan.
"Banyak hal yang menjadi temuan kami di lapangan. Pemondokan yang terlihat kumuh, kotor dan jumlah kamar mandi yang tidak proporsional, tidak diimbangi dengan petugas kebersihan. Apalagi mereka hanya membersihkan koridor saja pemondokan saja. Kami menyayangkan ini masih saja terulang," kritiknya.
Jazuli Juwaini yang juga Ketua DPP PKS menyayangkan adanya peristiwa bus yang membawa calon jamaah haji terbakar. Timwas minta Kemenag untuk melakukan evaluasi serius antara lain dengan memilih bus yang usianya remaja (maksimal 3 tahun), sehingga hal semacam ini tidak terulang.
"Kejadian bus terbakar yang ditumpangi jamaah haji kloter 13 asal Gowa Sulsel harus menjadi perhatian serius. Dampaknya bukan hanya materi yang harus dituntut ganti rugi, tapi juga dampak psikologis bagi jamaah. Memang sudah ada kompenasasi dari muassasah sebesar 1000 SR dan 2 stel pakaian perjamaah. Tapi dampak psikologinya juga perlu diperhatikan," pintanya.
Atas semua permasalah di atas, kata Jazuli Juwaini, Timwas telah memilah-milah, untuk permasalahan yang memerlukan penaganan cepat dan bisa ditangani langsung. Timwas langsung meminta Daker dan petugas haji mengambil langakah-langkah yang diperlukan.
"Selain itu Timwas akan langsung menyampaikan kepada Menteri Agama," tandasnya.
(van/ndr)
