Ini Pesan Dirjen Haji Pada Pejabat dan SDM Siskohat
10 Mei 2016Bandung (Sinhat)--Entah bagaimana jadinya jika tak ada perangkat Siskohat dalam menerapkan kebijakan baru pendaftaran haji. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Abdul Djamil dihadapan puluhan peserta Bimbingan Teknis Pengelolaan Siskohat Pusat dan Daerah di Bandung, Senin malam (10/05/2016).
“Kalau tak ada Siskohat, saya tak bisa bayangkan, PMA 29/2015 ini bisa jalan sesuai harapan. Sebab, tanpa perangkat komputer, memangkas prosedur pendaftaran dari empat kali menjadi dua kali, tentu tidaklah mudah,” kata Djamil.
Tapi, sambung dia, karena ada kemajuan perangkat komputer, semuanya mudah dilaksanakan. Dan, begitu disampaikan ke perbankan semua menyatakan siap. “Kalau misalnya ada bank yang belum siap, nggak usah pusing. Tinggalkan saja bank itu. Cari yang sudah siap,” tegas Abdul Djamil.
Namun demikian, kata dia, secanggih-canggihnya sistem komputerisasi yang dibuat, tapi kalau yang duduk di belakang meja itu, kurang mengikuti perkembangan teknologi informasi, maka tidak bisa jalan.
“Jangan sampai pejabat di daerah salah menempatkan operator Siskohat. Sehingga, diberi perangkat Siskohat tidak bisa dipakai, atau sering komplain dengan alasan alat tersebut rusak, padahal bukan karena demikian. Tapi, karena SDM tersebut yang tidak bisa mengoperasikannya, sesuai dengan perkembangan zaman,” ujarnya kembali.
Lanjut dia lagi, Kementerian Agama Pusat tidak ingin lagi mendengar ada perangkat Siskohat di kantor Kementerian Agama kabupaten dan kota cuma jadi barang tua. Alias hanya pajangan elektronik semata.
“Saya nggak mau lagi begitu. Harus difungsikan. Kalau rusak, segera laporkan secara tertulis ke kanwil dan pusat,”
