Nasib Haji Furoda 2025: Banyak yang Batal, Lalu Gimana?
5 Juni 2025
Tahun ini, cukup banyak calon jemaah Haji Furoda dari Indonesia yang harus menerima kenyataan pahit: gagal berangkat. Alasannya? Visa mereka tidak diterbitkan oleh pemerintah Arab Saudi.
Padahal, Haji Furoda ini dikenal sebagai jalur non-kuota yang prosesnya biasanya lebih cepat karena langsung dari Arab Saudi. Tapi ternyata, tidak semudah itu. Menurut pernyataan resmi dari pihak Kemenag, banyak travel tidak memenuhi syarat administratif sesuai aturan yang ditetapkan Saudi. Hasilnya: ratusan bahkan ribuan calon jemaah harus mengubur mimpi berhaji tahun ini.
Pihak Arab Saudi kini makin ketat. Semua yang ingin berhaji, termasuk lewat jalur furoda, harus terdaftar di e-Haj system yang resmi. Kalau tidak, otomatis visa tidak akan keluar. Dan ini bukan drama iseng, Tahun ini visanya benar-benar ditolak.
Tahun 2025 menjadi tahun yang cukup berat bagi banyak calon jemaah haji, khususnya yang memilih jalur Haji Furoda. Ribuan orang dari berbagai penjuru Indonesia yang sudah siap lahir dan batin harus menerima kenyataan pahit: gagal berangkat ke Tanah Suci. Dan ironisnya, kegagalan ini bukan karena biaya atau kesehatan, tapi karena visa mereka tidak diterbitkan oleh pemerintah Arab Saudi.
Padahal, Haji Furoda dikenal sebagai jalur istimewa—tanpa antre bertahun-tahun seperti haji reguler. Skema ini dijalankan melalui undangan langsung dari Arab Saudi dan banyak diminati oleh mereka yang ingin berhaji tanpa menunggu puluhan tahun. Tapi sayangnya, tahun ini tidak semulus yang dibayangkan.
Kenapa Bisa Gagal? Ini Faktanya
Menurut pernyataan dari Kementerian Agama RI dan juga klarifikasi dari berbagai pihak yang terlibat, penyebab utama batalnya keberangkatan ini adalah karena banyak biro travel tidak mendaftarkan calon jemaah ke dalam sistem e-Haj milik pemerintah Arab Saudi. Sistem ini adalah platform resmi yang harus diikuti oleh semua penyelenggara haji non-kuota (termasuk Furoda). Jika nama tidak masuk sistem, otomatis visa tidak bisa dikeluarkan.
Beberapa biro juga disebut tidak mengikuti prosedur sesuai standar Arab Saudi. Ada yang menjanjikan visa padahal belum ada kepastian. Bahkan, beberapa di antaranya menarik dana hingga ratusan juta rupiah per orang tanpa dasar yang kuat. Hasilnya? Ribuan jemaah kecewa dan bingung harus ke mana.
Menteri Agama sendiri mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat memilih travel haji, terutama untuk jalur non-kuota seperti Furoda. Legalitas, rekam jejak, dan keterdaftaran resmi di sistem e-Haj harus jadi perhatian utama. Sumber : detik
Walau belum jadi berangkat, bukan berarti kamu nggak bisa bawa “rasa haji” ke rumah.
Kunjungi Kavaana.com — pusat oleh-oleh haji dan umroh di Yogyakarta.
Di sana kamu bisa beli:
- Kurma premium
- Air zamzam asli
- Perlengkapan ibadah
- Souvenir khas haji & umroh
- Sandal haji & perlengkapan muslim pria/wanita/anak
Bisa juga langsung ke toko offline kami:
📍 Jl. Gambiran No.71 & Ruko House of Tajem A-3, Yogyakarta
📲 WA: 0812-2700-997
📦 Tersedia di Shopee & Tokopedia: @kavaana_official

